Kader IPNU-IPPNU Jakut Tolak Radikalisme Dalam Bentuk Apapun

Kader IPNU-IPPNU Jakut Tolak Radikalisme Dalam Bentuk Apapun
PCNU JAKUT – Jakarta Utara. Isu terorisme yang sempat surut,  kembali naik ke permukaan. Berawal dari kericuhan di Marko Brimob antara polisi dan narapidana terorisme. Disusul dengan serangkaian bom di tiga gereja di Surabaya. Kejadian tersebut kembali mencoreng wajah islam yang sesungguhnya rahmatan lil alamin, terlebih setelah diketahui bahwa aksi teror tersebut dilakukan oleh keluarga Muslim.
Merespons fenomena tersebut, PAC IPNU IPPNU Tanjung Priok menggelar acara buka bersama, sekaligus dialog dan deklarasi antiterorisme.  Kegiatan ini melibatkan sejumlah Ikatan Remaja Masjid dan Rohis yang ada di Kecamatan Tanjung Priok, Ahad (27/5) di Aula RW 02 Kelurahan Warakas.
Amelya Juniarti, ketua IPPNU Tanjung Priok menyampaikan acara ini diselenggarakan guna menjalin silaturahmi antara IPNU-IPPNU, remaja masjid, dan Rohis yang ada di Kecamatan Tanjung Priok. “Sekaligus dalam rangka menolak segala aksi terorisme. Dari itu kita memberikan tema acara ini dengan Ukhuwah Yes, Teroris No,” kata Juniarti.
Senada Fadli Abas, ketua IPNU Tanjung Priok bahwa tujuan diselenggarakannya acara ini selain bersilaturahmi, juga membentengi anak muda dari paham radikalisme dan terorisme
“Berdasarkan penelitian bahwa anak muda adalah yang paling mudah diajak bergabung ke dalam kelompok mereka (teroris). Jadi acara ini selain untuk menjalin silaturahmi tapi juga sebagai upaya membentengi anak muda agar tidak terjebak ke dalam pusaran terorisme,” ujar mahasiswa STAISA tersebut.
Acara semakin menarik ketika memasuki sesi dialog perihal terorisme. Mochamad Dimyati, aktivis IPNU Jakarta Utara, menjelaskan tindakan teror adalah upaya yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang membuat rasa takut. “Jadi kita jangan takut terhadap kelompok mereka.  Karena tujuan mereka adalah menebar ketakutan,” urainya.
Muhammad Muhadzab, ketua PW IPNU DKI Jakarta menyatakan aksi teror tidak hanya terjadi secara fisik, tapi teror juga bisa menyerang secara psikis yaitu melalui interaksi lewat media. “Maka saya menghimbau agar kita sebagai pengguna smartphone (telepon pintar), harus cerdas juga dalam menerima informasi yang ada di media sosial,” paparnya.
Acara dilengkapi dengan deklarasi antiterorisme yang dipimpin oleh Fadli Abas dan diikuti oleh semua peserta. Acara diakhiri dengan buka puasa bersama. (Admin)

Share this post