Ketua PCNU Jakut: Kegiatan LTMNU DKI Demi Ekonomi Keumattan yang Maslahat

Ketua PCNU Jakut: Kegiatan LTMNU DKI Demi Ekonomi Keumattan yang Maslahat

PCNU Jakarta Utara – Pada hari Minggu tanggal 26/08/2018 Pengurus Wilayah Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama DKI Jakarta mengadakan kegiatan pelatihan manajemen masjid dengan thema “Tata Kelola dalam Manajemen Keuangan Masjid” dalam kegiatan kali ini dihadiri oleh berbagai narasumber diantaranya yaitu Bapak K. H ali Mahfud M.A (Ketua PCNU Jakut), Gus Syauqi (Putera K. H Maruf Amin, Drs. Sudarto (Kader Muda NU), Habib Zein (Bank BNI syariah) dan Kyai Muhammad NaJihun (Ketua LTM NU jakarta Barat)  Dan Pak Syakib (TOA).

Acara tersebut dimulai pukul 10.22 wib, dimana Narasumber pertama Bapak K. H Ali Mahfud dalam pemaparannya menyampaikan “Masjid menjadi bagian yg utama dalam mengelola dakwah Nahdlatul Ulama, kenapa demikian karena masjid itu tidak cuma berfungsi sebagai tempat ibadah kepada Allah. Akan tetapi mempunyai fungsi untuk mensejahterakan umat terutama masyarakat sekitar masjidnya, bahkan zaman dulu nabi itu memutuskan taktik perang melawan musuh-musuh Allah di dalam masjid, bukan untuk mengatur strategi politik yang bersifat SARA dan memfitnah ataupun bentuk-bentuk yang tidak baik lainnya. Akan lebih baik lagi jika masjid digunakan untuk membahas yang mengarah ke arah kemaslahatan umat, Kemaslahatan umat yang dimaksud itu membincang seputar persoalan-persoalan umat yang ada di sekitar masjid dalam kehidupan sosial berbangsa dan bernegara,” Tegas Ali Mahfud.

“Maka saat ini pikir saya agak aneh klo masjid hanya digunakan untuk sholat berjamaah saja setelah selasai maka dikunci kembali.” papar Kyai Ali Mahfud.

Lebih lanjut Ali Mahfud menambahkan “ketika ada sebagian orang-orang yang ingin membicarakan ekonomi keumatan di dalam masjid dan hal itu dianggap aneh karena dianggap bukan pada tempatnya. Jika ini terus terjadi maka berimplikasi kepada perekonomian masyarakat yang ada disekitarnya menjadi tidak berjalan dan bermanfaat,” Tambah Ali.

Saya atas nama PCNU Jakut mengucapkan banyak terima kasih kepada Bank BNI syariah yang sudah membantu dalam tata kelola managemen keuangan masjid-masjid NU yang ada di Jakarta Utara, yang mengarah ekonomi keumatan, harapan saya dengan pelatihan ini pengurus masjid bisa mensiasati sumber-sumber dana darimanapun untuk kemaslahatan dan kesejahteraan umat. Di Jakarta Utara sendiri kami sudah menjalankan gerakan Cinta Masjid (GCM) sesuai intruksi dari PBNU dan juga ada kegiatan Bersih-Bersih Masjid (BBM) dimana ada kegiatan bakti sosial dalam bentuk kesehatan cek gula darah, bekam dan lain-lainnya, ke depan kami akan mengadakan operasi mata katarak dan operasi bibir sumbing dimana saat ini sedang kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Angkatan Laut termasuk juga pengobatan massal.

“Terakhir saya berharap agar kiranya, mudah-mudahan kegiatan tersebut dan kegiatan hari ini dapat menjadi sesuatu yang sangat bermaslahat untuk umat manusia,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama narasumber lainnya yaitu Kyai Najihun menyampaikan “dari sisi managemen pertama yaitu masjid itu mengelola soal struktur organisasi dan kantornya, yang kedua adalah imaroh yaitu memakmurkan dimana dalam hal ini adalah kegiatan dalam bentuk ibadah dan memakmurkan masjid dalam perekonomian. Dan yang terakhir konsep masjid itu dapat meluruskan akidah atau faham-faham radikalisme dan intoleransi yg membahayakan bagi kehidupan umat. Maka di masjid selalu ada doa agar jamaahnya selamat di dunia dan akherat, dan doa-doa lainnya agar mendapatkan selalu keberkahan, kesejahteraan dan kesehatan. Sehingga yang sudah dilakukan oleh PCNU Jakut kepada masjid-masjidnya sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh umat yang selalu diminta di dalam doanya sehingga akan menjalin kerjasamanya dengan Dinas Kesehatan Angkatan Laut,” tambah Najihun.

Narasumber lainnya Drs. Sudarto selaku kader muda NU menambahkan “mencermati apa yang disampaikan oleh narasumber sebelumnya sudah sangat lengkap dan sangat baik sekali, untuk melengkapi apa yang sudah lengkap tadi saya ingin menambahkan bahwa kunci managemen keuangan masjid itu ada di para takmir masjid itu sendiri, kunci itu adalah sebuah amanah, jika para takmir bisa menjalakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya maka keuangan yang ada akan menjadi sangat baik sekali,” kata Darto.

“Managemen yang lebih baik lagi itu harus dicatat dan diadministrasikan dengan sebaik-baiknya, sehingga profesionalisme para takmir masjid akan terbentuk sehingga muncul yang namanya “trust” dari jamaah dan umat yang ada disekitarnya. Jika hal itu terjadi maka saya meyakini akan banyak sumbangan-sumbangan yang masuk untuk tata kelola keuangan masjid yang ada. Dimana akuntabilitas dalam pelaporan dan pengelolaan keuangan itu sangat dibutuhkan jadi ada baiknya selain kita memiliki managemen yang amanah dan ikhlas tapi juga memiliki managemen administrasi yang akuntabel. Sehingga ke depan masjid-masjid kita dapat menjalankan program-program ekonomi keumatan, demi terwujudnya kesejahteraan umat menjadi lebih baik lagi,” Tutupnya.

Share this post