Soal Pembakaran Bendera, Begini Sikap GP Ansor Jakarta Utara

PCNU Jakarta Utara – Insiden pembakaran bendera yang terduga merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di wilayah Garut, Jawa Barat ternyata menimbulkan polemik dan kegaduhan di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Utara, Anton Hergiyant menyayangkan insiden tersebut menimbulkan kegaduhan publik, namun ia menyatakan hal itu merupakan bentuk kecintaan Banser terhadap NKRI.

“Hal tersebut semata-mata bentuk kecintaan Banser terhadap NKRI,” Ucap Anton saat acara kunjungan Kapolres di Kantor PCNU Jakarta Utara, Rabu (24/10).

Ia juga mengimbau kepada kader Ansor dan Banser Jakarta Utara untuk tetap menahan diri agar tidak terprovokasi atas insiden tersebut dan menyerahkannya kepada mekanisme hukum yang berlaku.

“Kader Ansor dan Banser harus menahan diri agar tidak terprovokasi, kita serahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku.” Imbuhnya.

Lanjut Anton, ia meminta kepada kepolisian untuk membuat sebuah kebijakan atau regulasi mengenai polemik simbol dan bendera HTI agar tidak terjadi kembali peristiwa yang serupa.

“HTI merupakan ormas terlarang dalam undang-undang, Jadi kami meminta kepolisian agar membuat sebuah kebijakan atau regulasi mengenai simbol dan bendera HTI agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali,” Pungkasnya.

Share this post