Respon IPNU DKI Jakarta Soal Radikalisme di Sekolah

Respon IPNU DKI Jakarta Soal Radikalisme di Sekolah

PCNU Jakarta Utara – Dalam rangka pembekalan Bela Negara kepada para Ulama dan Habaib di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (21/1). Menhan Ryamizard meminta masyarakat Indonesia agar berhati-hati terhadap perkembangan paham ekstrim radikal wahabisme. Paham ini sudah mulai mengancam dan masuk siswa SMA dan mahasiswa di Indonesia.

Dalam hal ini Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi DKI Jakarta Muhammad Muhadzab merespon pernyataan Menhan tersebut. “Berdasarkan hasil observasi di sekolah-sekolah, munculnya paham wahabisme dan suburnya nilai radikalisme agama melalui organisasi intra sekolah yaitu “Rohis” (Rohani Islam)”. Ujarnya

Organisasi tersebut rutin mengadakan kajian keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi potensial lahirnya nilai-nilai islam garis keras dengan pemahaman yang parsial. Paham tersebut dapat mengancam semangat nasionalisme dan keberagaman.

IPNU DKI Jakarta dalam hal ini melakukan berbagai upaya menangkal radikalisme di sekolah-sekolah SMA se-Jakarta dalam bidang literasi, salah satu melalui program unggulan satu juta pelajar menulis. Pengurus IPNU DKI Jakarta melakukan pendampingan kepada siswa-siswa dengan minat menulis untuk membuat satu buku dengan tema besar keberagaman, cinta, dan perdamaian.

“Langkah ini bisa membentuk pola pikir siswa untuk tetap menjaga semangat kebhinekaan di tanah air ini.” Tutur Muhadzab.

Pentingnya Penanaman Akidah Ahlussunnah wal Jama’ah ala NU dan nasionalisme sudah harus ditanamkan dalam hati pelajar sejak dini. Karena hal ini dapat dijadikan benteng pertahanan bagi pelajar-pelajar di Indonesia dari paham-paham ekstrim radikal yang tidak sesuai dengan Islam rahmatan lil ‘Alamiin yang dibawa Rasul. (Red)

Share this post