Pernyataan Sikap PBNU Terkait Tragedi Penembakan di Selandia Baru

Pernyataan Sikap PBNU Terkait Tragedi Penembakan di Selandia Baru

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan duka kepada para korban tindak terorisme yang terjadi di Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru (New Zealand), Jumat (15/3). Ia didampingi Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini dan Wakil Sekjen Ishfah Abidal Azis membacakan doa untuk arwah para korban.

“Menyaksikan dan mencermati tindakan terorisme yang terjadi di masjid An-Nur, Kota Christchurch, New Zealand yang menewaskan 40 orang di antaranya adalah WNI, PBNU menyatakan sikap sebagai berikut,” ungkapnya di Gedung PBNU.

Pertama, menyatakan duka yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas terjadinya tindakan yang biadab yang mencederai rasa kemanusiaan. PBNU menyerukan kepada warga Nahdliyin dan umat Islam untuk melaksanakan shalat ghaib dan memanjatkan doa kepada Allah semoga korban diterima oleh allah dan ditempatkan pada surganya jannatun naim.Tindakan terorisme itu merupakan tindakan yang terkutuk oleh agama Islam.

Kedua, mengutuk keras berbagai tindakan terorisme atas dasar dan latar belakang apapun tindakan-tindakan yang menggunakan kekerasan terorisme menebarkan rasa benci bukanlah ajaran agama, tidak ada satu agama apa pun yang membenarkan cara-cara kekerasan.

Ketiga, meminta kepada seluruh warga untuk tetap tenang dan berpikir jernih serta tidak terprovokasi, hentikan segala spekulasi yang dapat memperkeruh suasana.

Keempat, meminta kepada semua pihak untuk menghentikan penyebaran video yang berisi tindakan kekejaman terorisme tersebut. Kita hormati keluarga korban sekaligus untuk menghindari agar tidak dijadikan inspirasi bagi kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Kelima, mengajak semua pihak untuk membangu dialog kemanusiaan dengan tujuan untuk menciptakan tatanan masyarakat, yang hidup rukun dalam perdamaian.

Sebagaimana diberitakan Reuters, Jumat (15/3), Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengonfirmasi setidaknya 40 orang meninggal dan lebih dari 20 orang mengalami luka serius dalam aksi penembakan brutal tersebut.

“Jelas bahwa ini sekarang hanya dapat digambarkan sebagai serangan teroris,” kata Ardern. (Abdullah Alawi)

Share this post